UIN KHAS Jember Percepat Penguatan Moderasi Beragama, Dosen dan Tendik Jalani Orientasi Intensif

Orientasi penguatan Moderasi Beragama. Foto: Istimewa

AKTURASI.ID,JEMBER — UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember terus mempercepat penguatan moderasi beragama di lingkungan kampus melalui orientasi intensif bagi dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang berlangsung selama empat hari, mulai Kamis (30/04/2026) hingga Minggu (03/05/2026).

Program yang digagas Pusat Moderasi Beragama LP2M itu, tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga bagian dari strategi institusional untuk memastikan seluruh civitas akademika memiliki pemahaman yang utuh dan aplikatif terkait nilai-nilai moderasi beragama.

Kepala Pusat Moderasi Beragama, Dr. Shoni Rahmatullah Amrozi, menjelaskan bahwa orientasi tahun ini merupakan pelaksanaan keempat, dengan format yang kembali disesuaikan pada standar nasional, yakni empat hari penuh.

Ia menyebut, pendekatan yang digunakan tidak lagi sekadar transfer pengetahuan, melainkan juga menekankan pada pengalaman langsung melalui pendampingan fasilitator bersertifikasi nasional. Dengan metode tersebut, peserta diharapkan mampu memahami secara komprehensif perbedaan antara sosialisasi, orientasi, hingga Training of Trainers (TOT).

Ia juga mengungkapkan bahwa partisipasi dosen dalam program ini telah mencapai sekitar 60 persen, sementara tenaga kependidikan mencapai 80 persen. Sisanya, terutama dari kalangan dosen, dijadwalkan mengikuti orientasi pada tahap berikutnya.

Menurutnya, orientasi itu menjadi prasyarat penting bagi dosen yang akan mengampu mata kuliah moderasi beragama, sehingga pembelajaran yang diberikan tidak berhenti pada aspek teoritis, tetapi juga menyentuh praktik di lapangan.

“Selama empat hari, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dibimbing langsung oleh fasilitator nasional agar mampu mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama secara nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LP2M, Dr. Zainal Abidin, menegaskan bahwa penguatan moderasi beragama merupakan agenda prioritas kampus yang selaras dengan visi pimpinan serta arah kebijakan nasional.

Ia menjelaskan, implementasi moderasi beragama telah dijalankan secara terstruktur di berbagai lini. Pada tingkat mahasiswa, materi tersebut telah menjadi bagian dari PBAK sejak 2019 dan berkembang menjadi mata kuliah wajib sejak 2024.

Selain itu, kampus juga mengembangkan berbagai program pendukung seperti riset kolaboratif dosen dan mahasiswa, KKN tematik, hingga lomba film pendek tingkat SLTA se-Jawa Timur sebagai bagian dari upaya internalisasi nilai moderasi beragama.

“Penguatan moderasi beragama bukan hanya untuk kampus, tetapi menjadi bekal ketika mahasiswa kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Zainal juga mengingatkan peserta untuk memanfaatkan momentum orientasi ini dengan maksimal, dengan fokus penuh selama kegiatan berlangsung.

“Selama empat hari ini kami mohon Bapak-Ibu fokus mengikuti kegiatan, lupakan dulu urusan kantor agar mendapatkan manfaat optimal,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like