AKTURASI.ID, SUMENEP – Penanganan krisis air bersih menjadi salah satu perhatian Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke Kabupaten Sumenep, Rabu (14/10/2026). Di tengah upaya tersebut, Pemprov Jatim juga menghadirkan berbagai pelayanan kesehatan dan bantuan ekonomi bagi masyarakat di kawasan Pantai Slopeng.
Khofifah mengungkapkan, sebanyak 25 kabupaten/kota di Jawa Timur masuk kategori krisis air dan telah mengeluarkan surat keputusan tanggap darurat. Pemerintah pun mengupayakan sejumlah langkah untuk memenuhi kebutuhan air bersih, mulai dari operasi modifikasi cuaca hingga pencarian sumber air alternatif.
Menurut Khofifah, operasi modifikasi cuaca (OMC) telah dilakukan sejak 6 September 2026 dengan mengikuti perkembangan kondisi atmosfer dan informasi potensi awan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kalau ada BMKG bilang ini ada titik-titik awan, nah sudah kita akan mengikuti dengan operasi modifikasi cuaca. Sudah turun sebetulnya hujan ringan sampai dengan sedang,” kata Khofifah.
Selain mengupayakan turunnya hujan, Pemprov Jatim juga mencari sumber air yang memungkinkan untuk dialirkan ke kawasan terdampak kekeringan. Khofifah menyebut, penelusuran mencakup sumber air dengan jarak 11 kilometer, 16 kilometer, hingga 17 kilometer.
Salah satu contoh yang disampaikan ialah upaya mengalirkan air dari kawasan Arjuna menuju Singosari. Pemerintah juga mengkaji lokasi yang memungkinkan untuk pembangunan sumur bor, disertai distribusi air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Nah, titik strategis mana yang airnya bisa ditarik. Untuk sumur, mana yang memungkinkan untuk dilakukan sumur bor. Jadi sinergi kita semuanya, kemudian kita dropping air bersih,” ujarnya.
Di tengah penanganan persoalan tersebut, kunjungan Khofifah ke Sumenep juga diisi dengan berbagai program pelayanan masyarakat. Salah satunya layanan kesehatan gratis yang mencakup pemeriksaan kesehatan umum serta kesehatan mulut dan gigi.
Pemprov Jatim juga menyiapkan kuota khitanan massal hingga 200 anak. Jumlah itu disiapkan setelah peserta yang terdaftar mencapai lebih dari 175 anak dan masih berpotensi bertambah.
Pelayanan kesehatan tersebut mendapat dukungan tenaga medis dari Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair). Khofifah menyampaikan apresiasi atas keterlibatan para dokter dari Surabaya, Sidoarjo, dan Sumenep dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Terima kasih juga IKA Unair ini, karena kekuatan untuk dokter giginya kuat. Baik yang dari Surabaya, tadi saya lihat dari Sidoarjo dan dari Sumenep,” tuturnya.
Pada sektor ekonomi, bantuan disalurkan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program zakat produktif. Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga diberikan kepada gabungan kelompok tani, sedangkan nelayan menerima bantuan alat tangkap.
Program sosial lainnya mencakup bantuan bagi penyandang disabilitas berat dan warga lanjut usia berusia di atas 70 tahun melalui PKH Plus. Sementara itu, mobil perpustakaan keliling dihadirkan untuk mendukung akses literasi bagi anak-anak.
Khofifah menjelaskan, berbagai program tersebut diarahkan untuk memperkuat kualitas hidup masyarakat melalui sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Ia berharap, rangkaian kegiatan yang melibatkan Pemprov Jatim, TNI Angkatan Laut, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
“Jadi ini sebetulnya kesehatan, pendidikan, kemudian ekonomi. Human Development Index Approach, pendekatan kita adalah pendekatan Indeks Pembangunan Manusia,” tutupnya.(*)