Ribuan Jamaah Haji Sumenep Ditekankan Jaga Disiplin dan Nama Baik Daerah di Tanah Suci

Calon jamaah haji Sumenep usai mengikuti kegiatan menasik. Foto: akturasi.id

AKTURASI.ID, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tidak hanya mempersiapkan keberangkatan jamaah haji dari sisi administrasi dan teknis, tetapi juga menekankan pentingnya etika serta kedisiplinan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Pesan itu disampaikan dalam kegiatan manasik akbar dan pelepasan simbolis jamaah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi di Gedung Graha Abdi Wicaksana (Korpri), Rabu (07/05/2026).

Sebanyak 1.356 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 1.348 calon jamaah haji, enam Petugas Haji Daerah (PHD), serta dua Petugas Ibadah Haji dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU). Mereka nantinya diberangkatkan melalui delapan kloter Embarkasi Surabaya, yakni kloter 68, 71, 72, 76, 77, 78, 79, dan 81.

Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim meminta para jamaah menjaga akhlak dan tata krama selama berada di Arab Saudi. Menurutnya, sikap jamaah akan turut mencerminkan citra daerah di mata masyarakat internasional.

Ia menegaskan, jamaah asal Sumenep harus mampu menunjukkan perilaku tertib, disiplin, dan mematuhi aturan selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.

Selain persoalan etika, Wabup juga memberi perhatian serius terhadap kondisi kesehatan jamaah. Ia mengingatkan agar pola makan, konsumsi air, hingga waktu istirahat benar-benar dijaga demi menunjang kelancaran ibadah.

“Kondisi kesehatan harus menjadi perhatian utama. Makan, minum, dan waktu istirahat perlu dijaga dengan baik,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga meminta jamaah tidak bertindak sendiri selama di Tanah Suci dan tetap mengikuti arahan petugas maupun pembimbing haji yang telah ditunjuk.

“Kami berharap seluruh jamaah mengikuti ketentuan dan arahan dari para petugas selama pelaksanaan ibadah,” katanya.

Momentum manasik akbar itu sekaligus menjadi bentuk penguatan hubungan antara pemerintah daerah dengan para calon tamu Allah. Pemkab Sumenep berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, kembali ke tanah air dalam keadaan sehat, serta memperoleh predikat haji mabrur.

Di antara ribuan jamaah yang akan berangkat tahun ini, terdapat jamaah termuda bernama Aprilia Ummul Mauviroh yang masih berusia 16 tahun asal Desa Nyabakan Timur, Kecamatan Batang-Batang. Sementara jamaah tertua adalah Supakmi berusia 96 tahun asal Desa Lobuk, Kecamatan Bluto.

Menutup sambutannya, KH Imam Hasyim juga mengingatkan jamaah agar membawa barang seperlunya selama di Tanah Suci, termasuk terkait rokok agar tidak berlebihan.

“Kalau membawa rokok secukupnya saja. Fokus utama kita adalah beribadah, bukan untuk hal lain,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like