SDM Jadi Kunci, Disdik Sumenep Siapkan Penataan Kepala Sekolah dan Guru untuk Perkuat Mutu Pendidikan

Kepala Disdik Sumenep Moh. Iksan. Foto:akturasi.id

AKTURASI.ID,SUMENEP Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep mulai menyiapkan berbagai langkah penataan sumber daya manusia pendidikan guna memperkuat mutu layanan sekolah hingga ke wilayah terpencil dan kepulauan.
Salah satu fokus yang menjadi perhatian adalah pengisian jabatan kepala sekolah definitif yang selama ini masih diisi pelaksana tugas (Plt) di sejumlah lembaga pendidikan.

Kepala Disdik Sumenep Moh. Iksan mengatakan, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh sekolah dipimpin oleh kepala sekolah yang memiliki kompetensi dan kapasitas manajerial yang memadai.

Selain penataan kepala sekolah, peningkatan kualitas guru juga menjadi agenda prioritas. Guru-guru yang belum memperoleh pelatihan akan diberikan kesempatan mengikuti berbagai program pengembangan kompetensi.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyiapkan anggaran melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) sekitar Rp9 miliar untuk mendukung perbaikan sarana dan prasarana sekolah.

“Dalam 2026 ini kita harus upayakan untuk sudah terisi semua orang yang capable, guru-guru yang punya kelebihan SDM. Dari sisi guru juga demikian, nanti yang belum mendapatkan pelatihan akan kita lakukan pelatihan-pelatihan,” ujar Iksan, Selasa (09/06/2026).

Saat ini terdapat sekitar 214 guru yang mendaftar untuk mengikuti proses seleksi calon kepala sekolah. Disdik berencana menempatkan para kepala sekolah tersebut sedekat mungkin dengan domisili masing-masing.

Kebijakan itu juga akan diterapkan bagi guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang nantinya diusulkan untuk menduduki jabatan kepala sekolah.

Menurut Iksan, penempatan yang dekat dengan tempat tinggal diharapkan dapat meningkatkan rasa memiliki terhadap sekolah serta mendorong percepatan pengembangan lembaga pendidikan.

“Kita tempatkan pada domisili yang terdekat, biar mereka merasa memiliki bahwa ini adalah sekolah kita bersama untuk dikembangkan secara bersama,” katanya.

Di tengah upaya penataan tersebut, Disdik juga memberikan perhatian khusus kepada sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil. Iksan mencontohkan sebuah sekolah dasar di wilayah Rubaru yang hanya memiliki 11 siswa, namun tetap menunjukkan semangat belajar yang tinggi.
Ia menilai dedikasi para guru di sekolah-sekolah seperti itu menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan tidak selalu ditentukan oleh jumlah peserta didik.

Karena itu, Disdik memastikan layanan pendidikan tetap diberikan meskipun jumlah siswa relatif sedikit. Untuk sekolah yang berdekatan, opsi regrouping akan dipertimbangkan guna meningkatkan efektivitas pengelolaan. Namun bagi sekolah yang menjadi satu-satunya akses pendidikan di suatu wilayah, layanan akan tetap dipertahankan.

Ia pun mengajak para guru yang bertugas di wilayah terjauh dan terpencil untuk tetap menjaga semangat pengabdian karena pendidikan merupakan investasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat Sumenep di masa depan.

“Kalau itu memang sekolah satu-satunya, walaupun mungkin 10 orang, ya tetap harus kita layani. Ini masyarakat kita,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like