AKTURASI.ID, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengklaim sejumlah indikator pembangunan daerah menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim, dalam Nota Penjelasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 pada rapat paripurna DPRD, Rabu (17/06/2026).
Dalam paparannya, Wabup menyebut capaian pembangunan daerah tercermin dari meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), menurunnya angka kemiskinan, hingga membaiknya pertumbuhan ekonomi daerah.
IPM Kabupaten Sumenep pada tahun 2025 tercatat mencapai 70,54 atau meningkat 0,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, angka kemiskinan turun menjadi 17,02 persen atau berkurang 0,76 persen dibanding tahun 2024.
Pertumbuhan ekonomi daerah juga mengalami peningkatan signifikan. Jika pada tahun 2024 laju pertumbuhan ekonomi berada di angka 3,77 persen, maka pada tahun 2025 meningkat menjadi 4,85 persen.
Tak hanya itu, indeks ketimpangan atau Gini Ratio Kabupaten Sumenep tercatat sebesar 0,221. Angka tersebut menjadi yang terendah di Jawa Timur.
Selain indikator makro pembangunan, Pemkab Sumenep juga mencatat peningkatan pada Indeks Reformasi Birokrasi yang mencapai 80,78 atau naik 2,7 poin dibanding tahun sebelumnya.
“IPM Kabupaten Sumenep relatif tumbuh secara konsisten dan semakin baik. Data IPM tahun 2025 mencapai 70,54 atau meningkat dibanding nilai IPM tahun 2024,” katanya, dalam sidang paripurna.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil pelaksanaan program pembangunan yang mengacu pada visi daerah “Sumenep Unggul, Mandiri dan Sejahtera” yang mulai dijalankan dalam periode pemerintahan 2025-2030.
Pemkab Sumenep pada tahun 2025 melaksanakan 242 program, 470 kegiatan dan 634 sub kegiatan yang dijalankan oleh 55 organisasi perangkat daerah (OPD).
“Semoga, capaian pembangunan yang telah diraih dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat pada tahun-tahun mendatang,” tandasnya.