”Warung Inflasi” Jadi Langkah Pemkab Sumenep Jaga Stabilitas Harga Minyak Goreng Subsidi

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar. Foto: akturasi.id

AKTURASI.ID,SUMENEP-Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep terus menggencarkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng di tengah maraknya penjualan MinyaKita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Perlu diketahui, berdasarkan pantauan yang dilakukan di lapangan, harga MinyaKita pada sejumlah pasar tradisional Kabupaten Sumenep, saat ini berkisar antara Rp. 19.000 hingga Rp. 21.000 per liternya.

Salah satu upaya yang kini menjadi andalan adalah keberadaan Warung Inflasi, yang dibentuk pemerintah daerah bekerja sama dengan Bulog untuk menyediakan MinyaKita sesuai HET Rp15.700 per liter.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengatakan Warung Inflasi menjadi solusi agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan minyak goreng murah meski harga di pasaran kerap melonjak.

Menurutnya, program tersebut dijalankan bersama Diskop UMKM dan Perindag setempat, sebagai bagian dari pengendalian inflasi daerah.

Dadang menjelaskan, Warung Inflasi memiliki titik layanan tetap di kawasan dekat kantor UPT Pasar Anom. Selain itu, pemerintah juga mengoperasikan layanan bergerak menggunakan mobil untuk menjangkau sejumlah pasar di wilayah kecamatan.

“Ada warung tetapnya di dekat kantor UPT Pasar Anom, ada juga yang menggunakan mobil ke beberapa pasar,” ujarnya, Rabu (20/05/2026).

Ia menyebut, operasi pasar dan distribusi minyak goreng murah masih terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok sekaligus menekan praktik penjualan di atas HET.

Keberadaan Warung Inflasi dinilai penting karena distribusi MinyaKita di pasaran sebagian besar masih dikuasai sektor swasta. Dari total distribusi minyak goreng, Bulog hanya memiliki porsi sekitar 15 persen, sedangkan sisanya berada di tangan distributor swasta.

Karena itu, pemerintah daerah memilih memperkuat intervensi pasar melalui operasi pasar murah dan Warung Inflasi agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap minyak goreng dengan harga terjangkau.

Dadang memastikan kegiatan operasi pasar masih akan terus dilakukan dalam waktu dekat sebagai bentuk komitmen pemerintah menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok.

“Kita tetap melakukan pemantauan supaya harga minyak goreng sesuai dengan HET yang ditentukan pemerintah,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like