Bappeda Sumenep Jadikan Semangat Bung Karno sebagai Arah Pembangunan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto. (Foto: Ist)

AKTURASI.ID,SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan ekonomi yang bertumpu pada kekuatan daerah. Momentum Bulan Bung Karno 2026 dimanfaatkan sebagai pengingat pentingnya semangat berdikari dalam merancang pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada potensi lokal.

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan bahwa gagasan kemandirian ekonomi yang diwariskan Presiden pertama RI, Soekarno, masih sangat relevan untuk menjawab tantangan pembangunan daerah saat ini. Menurutnya, daerah harus mampu mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki agar tidak terus bergantung pada faktor eksternal.

“Potensi lokal harus menjadi kekuatan utama pembangunan. Daerah tidak bisa terus bergantung pada faktor dari luar jika ingin memiliki daya saing yang berkelanjutan,” kata Arif, Senin (15/06/2026).

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam perencanaan pembangunan daerah, Bappeda terus mengarahkan kebijakan agar sektor-sektor unggulan Sumenep menjadi prioritas dalam berbagai program pembangunan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif sekaligus memperkuat daya saing daerah.

Arif menyebutkan, Sumenep memiliki sejumlah potensi strategis yang dapat menjadi penggerak utama perekonomian, mulai dari sektor pertanian, perikanan, kelautan, garam, pariwisata hingga ekonomi kreatif. Potensi tersebut harus terintegrasi dalam dokumen perencanaan agar mampu menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan yang dirancang Bappeda tidak hanya mengejar angka pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga diarahkan untuk membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah.

Untuk itu, Bappeda mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menyusun program yang selaras dengan karakteristik dan keunggulan masing-masing wilayah. Dengan pendekatan tersebut, setiap potensi yang dimiliki daerah dapat berkembang secara optimal.

Arif menambahkan, keberhasilan pembangunan berbasis potensi lokal membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, Bappeda terus mendorong keterlibatan pemerintah, pelaku usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah.

Lebih lanjut, melalui perencanaan yang berorientasi pada kekuatan lokal, Bappeda Sumenep optimistis pembangunan dapat berjalan lebih merata, berkelanjutan, serta mampu memperkuat kemandirian ekonomi daerah sebagaimana semangat berdikari yang diwariskan Bung Karno.

“Perencanaan pembangunan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan sehingga setiap potensi daerah dapat dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like