Sidoarjo Sapu Bersih Gelar Kejurprov Voli Pantai U-17 Jawa Timur di Sumenep

Kontingen Sidoarjo voli pantai U-17.

AKTURASI.ID, SUMENEP – Kontingen Sidoarjo tampil tanpa tanding pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bola Voli Pantai U-17 Jawa Timur 2026 yang digelar di Kabupaten Sumenep. Tim asal Kota Delta itu berhasil menyapu bersih gelar juara di hampir seluruh nomor pertandingan, sekaligus menegaskan dominasinya sebagai kekuatan utama bola voli pantai kelompok usia di Jawa Timur.

Pada nomor 2×2, Sidoarjo menurunkan tiga tim putra dan dua tim putri. Hasilnya, tim Sidoarjo 1 sukses meraih medali emas di sektor putra maupun putri. Prestasi tersebut semakin lengkap setelah Sidoarjo 2 sektor putri berhasil menyumbangkan medali perunggu.

Dominasi itu berlanjut pada nomor 4×4. Tim putra dan putri Sidoarjo kembali tampil impresif dengan mengamankan dua medali emas, sehingga total empat gelar juara berhasil dibawa pulang dari ajang yang berlangsung di Sumenep tersebut.

Perwakilan Kontingen Sidoarjo, Muhamad Andika Wijatmoko, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten. Menurutnya, seluruh atlet telah menjalani program latihan jauh sebelum kejuaraan dimulai, baik untuk meningkatkan kemampuan teknik maupun membangun kekompakan antarpemain.

Ia menjelaskan, komunikasi yang terjalin baik di dalam tim menjadi salah satu faktor penting yang membuat para atlet mampu menjaga konsistensi permainan sepanjang turnamen. Dukungan penuh dari pelatih dan seluruh ofisial juga menjadi penyemangat bagi para pemain untuk tampil percaya diri di setiap pertandingan.

“Kunci keberhasilan kami adalah disiplin menjalani latihan, chemistry antarpemain yang kuat, serta dukungan penuh dari pelatih dan seluruh tim. Itu yang membuat kami bisa tampil maksimal sepanjang turnamen,” ujarnya, Selasa (07/07/2026).

Meski mampu mendominasi kompetisi, Andika mengakui perjalanan menuju podium tertinggi tidak sepenuhnya mudah. Menurutnya, seluruh peserta memiliki kualitas permainan yang cukup merata sehingga setiap pertandingan tetap berlangsung kompetitif.

Selain menghadapi lawan-lawan yang tangguh, para atlet juga harus beradaptasi dengan karakter lapangan di Sumenep. Arah angin yang kerap berubah dan tekstur pasir yang cukup dalam menjadi tantangan tersendiri selama pertandingan berlangsung.

“Kecepatan angin di lapangan cukup sulit diprediksi, sementara tekstur pasir yang cukup dalam membuat tenaga cepat terkuras, terutama saat harus melompat. Itu menjadi tantangan tersendiri bagi kami,” katanya.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, tim pelatih telah menyiapkan program latihan yang lebih intensif sebelum keberangkatan ke Sumenep. Tidak hanya mengasah teknik dan strategi permainan, para atlet juga ditempa secara fisik agar mampu bertanding dalam intensitas tinggi, termasuk saat cuaca panas khas wilayah pesisir.

“Kami menjalani latihan yang intensif. Selain teknik, kami juga mempersiapkan kondisi fisik agar mampu bertanding dalam cuaca panas,” ucapnya.

Andika menambahkan, pelatih juga memberikan perhatian besar terhadap kecepatan transisi permainan dari bertahan ke menyerang maupun sebaliknya. Selain itu, penguatan mental terus dilakukan agar para atlet tetap tenang ketika menghadapi pertandingan yang berlangsung ketat.

“Pelatih sangat menekankan transisi permainan dan ketahanan mental. Dua hal itu sangat membantu kami ketika pertandingan berlangsung ketat,” jelasnya.

Meski berhasil memborong gelar juara, Sidoarjo belum merasa puas. Andika menegaskan timnya masih memiliki sejumlah evaluasi, terutama dalam meningkatkan kecepatan reaksi saat menerima serangan lawan serta akurasi pertahanan sebagai bekal menghadapi Kejuaraan Nasional.

“Kemenangan di Kejurprov ini adalah langkah awal. Target kami di Kejurnas tentu ingin membawa pulang medali untuk Jawa Timur. Kami masih harus meningkatkan kecepatan reaksi dan akurasi defense karena persaingan di tingkat nasional akan jauh lebih merata,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi penampilan seluruh kontingen peserta Kejurprov. Menurutnya, pertandingan menghadapi tim IBV Malang dan Lamongan menjadi laga yang paling menguras tenaga karena kedua tim memiliki pertahanan yang rapat dan mampu memaksa pertandingan berlangsung panjang.

“Semua lawan punya kualitas, tetapi yang paling sulit saat menghadapi tim dari IBV Malang dan Lamongan. Mereka memiliki pertahanan yang sangat rapat dan tidak mudah kehilangan poin. Pertandingan itu benar-benar menguji kesabaran dan stamina kami,” tuturnya.

Sebagai informasi, kontingen Lamongan tampil konsisten dengan meraih posisi runner-up pada nomor 2×2 maupun 4×4 di sektor putra dan putri. Sementara tuan rumah Sumenep berhasil meraih medali perunggu pada nomor 2×2 putra serta menempati peringkat ketiga dan keempat pada nomor 4×4.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like