AKTURASI.ID,SUMENEP – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi penderita kusta terus dilakukan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep. Salah satunya melalui kegiatan On the Job Training (OJT) Center atau pusat magang pengelola program kusta yang dipusatkan di Puskesmas Talango.
Program yang berlangsung selama 10 hari, mulai 23 Juni hingga 18 Juli 2026 tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan kapasitas sumber daya manusia bagi pengelola program kusta yang baru ditunjuk di masing-masing puskesmas.
Peserta OJT kali ini berasal dari Puskesmas Guluk-Guluk dan Puskesmas Batuan. Selama pelatihan, mereka mendapatkan pendampingan langsung dari tim fasilitator Puskesmas Talango, Wasor Kusta Kabupaten Sumenep, LNR (Leprosy Nurse Representative), serta Wasor Kusta Provinsi Jawa Timur.
Melalui pola magang di lapangan, peserta tidak hanya memperoleh materi teori, tetapi juga dibekali pengalaman praktik dalam penemuan kasus, tata laksana pengobatan, pencatatan dan pelaporan, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan penyakit kusta.
Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, mengatakan peningkatan kompetensi pengelola program menjadi salah satu kunci dalam memperkuat upaya eliminasi kusta di daerah.
“Pengelola program yang memiliki kapasitas dan keterampilan yang baik akan mampu melakukan deteksi dini, memberikan pendampingan kepada pasien secara optimal, serta memastikan pengobatan berjalan tuntas. Karena itu, OJT seperti ini menjadi investasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas,” ujar drg. Ellya, Kamis (16/07/2026).
Ia menambahkan, Puskesmas Talango dipilih sebagai pusat magang karena dinilai memiliki pengalaman dan kapasitas yang memadai dalam pelaksanaan program penanggulangan kusta, sehingga dapat menjadi tempat belajar bagi pengelola baru dari wilayah lain.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi wadah berbagi pengalaman antartenaga kesehatan agar penerapan program penanggulangan kusta di seluruh puskesmas semakin seragam dan sesuai standar pelayanan.
Melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan di lini terdepan, Dinkes P2KB Sumenep optimistis program pengendalian dan penanggulangan kusta akan semakin efektif, sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang merata hingga ke seluruh wilayah Kabupaten Sumenep.
“Kami berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama OJT di wilayah kerjanya masing-masing. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas, angka penemuan kasus dapat ditingkatkan, dan pasien memperoleh penanganan yang cepat, tepat, serta berkesinambungan,” tandasnya.(*)