DKPP Sumenep Percepat Modernisasi Pertanian Lewat Bantuan Alsintan Rp1,9 Miliar, Penyaluran Direncanakan Agustus Mendatang

Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid. (Foto:Ist)

AKTURASI.ID, SUMENEP – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep terus mendorong modernisasi sektor pertanian melalui pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Tahun ini, pemerintah daerah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,9 miliar untuk pengadaan berbagai alsintan yang akan disalurkan kepada kelompok tani pada Agustus 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional. Saat ini, proses pengadaan masih berlangsung melalui mekanisme e-katalog dan telah memasuki tahapan lelang.

Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid mengatakan, seluruh alsintan yang dibeli melalui anggaran tersebut akan diberikan kepada kelompok tani sebagai bantuan hibah agar dapat dimanfaatkan dalam mendukung aktivitas budidaya pertanian.

“Anggaran sebesar Rp1,9 miliar ini untuk membeli alat-alat mesin pertanian yang akan kami hibahkan kepada sejumlah kelompok tani yang ada di Sumenep,” ujarnya, Rabu (18/07/2026).

Ia menjelaskan, bantuan alsintan tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan masyarakat yang disampaikan melalui anggota DPRD Sumenep. Selain meningkatkan efisiensi pengolahan lahan, program ini juga diharapkan mampu memperkuat kapasitas kelompok tani dalam mengelola usaha pertanian secara lebih modern.

Menurut Inung, tahapan pengadaan saat ini terus berjalan sesuai prosedur agar distribusi bantuan tidak mengalami keterlambatan.

Berdasarkan data dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) Inaproc, total anggaran pengadaan alsintan mencapai sekitar Rp1,9 miliar. Anggaran tersebut dibagi ke dalam dua paket pengadaan, yakni paket pertama senilai Rp525 juta dan paket kedua sebesar Rp1,452 miliar.

Melalui program tersebut, DKPP berharap penggunaan alsintan dapat mempercepat proses budidaya pertanian, meningkatkan produktivitas hasil panen, menekan biaya operasional petani, serta memperkuat daya saing sektor pertanian Kabupaten Sumenep dalam mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.

“Saat ini sudah memasuki tahap lelang dan bantuan ini ditargetkan bisa tersalurkan kepada para calon penerima pada Agustus 2026,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like