Disdik Sumenep: Kualitas Pendidikan Anak Juga Berawal dari Peran Aktif Seorang Ayah

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan. Foto: Ist

AKTURASI.ID, SUMENEP – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep menegaskan bahwa kualitas pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh proses belajar di sekolah, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh keterlibatan orang tua, terutama sosok ayah, dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan bersamaan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 melalui kampanye Gerakan “Ayah Wajib Hadir”, yang mengajak para ayah untuk mengambil peran lebih aktif dalam mendampingi tumbuh kembang anak, baik di lingkungan keluarga maupun pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan, mengatakan pendidikan yang baik selalu berawal dari keluarga. Menurutnya, kehadiran seorang ayah tidak cukup hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus menjadi pendamping, pemberi perhatian, sekaligus teladan bagi anak.

“Pendidikan yang berkualitas selalu dimulai dari keluarga. Kehadiran seorang ayah bukan sekadar memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan kasih sayang, perhatian, pendampingan belajar, serta menjadi teladan karakter bagi anak-anaknya,” katanya, Selasa (7/7/2026).

Sebagai bentuk implementasi gerakan tersebut, Disdik Sumenep mendorong pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak pada Hari Pertama Sekolah. Menurut Iksan, aktivitas sederhana seperti mengantar anak ke sekolah, menemani belajar di rumah, hingga menyediakan waktu untuk berdialog mampu memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan mental, emosional, maupun prestasi belajar anak.

Ia menilai, kedekatan emosional antara ayah dan anak menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan berprestasi.

Selain memperkuat peran ayah dalam pengasuhan, kampanye tersebut juga mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap anak dari berbagai ancaman, mulai dari kekerasan, perundungan, penyalahgunaan narkoba, hingga dampak negatif penggunaan media digital yang tidak terkendali.

Disdik Sumenep juga mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah untuk menjadi teladan dalam membangun budaya pengasuhan yang harmonis. Kehadiran ayah dalam keluarga diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Iksan berharap peringatan Harganas menjadi momentum untuk memperkuat peran keluarga sebagai pondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, keluarga yang harmonis akan melahirkan anak-anak yang tumbuh dengan karakter kuat sekaligus memiliki semangat belajar yang tinggi.

“Mari kita mulai dari diri sendiri dan keluarga kita. Jadilah ayah yang benar-benar hadir, bukan hanya secara fisik, tetapi juga hadir dengan perhatian, kasih sayang, serta keteladanan. Jika keluarga kuat, pendidikan akan maju dan Kabupaten Sumenep akan melahirkan generasi emas,” tandasnya.(*) Kh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like